Pandai Besi Riwayatmu Kini
Kamis 18 Mei 2017

Mudal – Generasi muda saat ini mungkin tak banyak yang menekuni profesi sebagai pande besi. Upah yang sedikit dan terkadang tak menentu menjadi alasan generasi muda untuk lebih memilih bekerja di pabrik. Di desa Mudal tepatnya di Dukuh Bukuning RT 02 RW 03, masih memiliki seorang pandai besi bernama Zuhdi.

Suara dentingan palu terdengar keras dan jelas dari pinggir jalan depan Gapura “Selamat Datang di Desa Mudal”. Zuhdi yang telah berumur paruh baya ini dalam kesehariannya dibantu dua orang pekerjanya yang juga sudah sepuh. Mereka bertiga bergantian memalu membuat bentuk pahatan sabit atau pisau dengan metode tradisional.  Dalam sekali produksi Zuhdi bisa menghasilkan belasan sabit dan pisau.

Usaha pandai besi yang dikelolanya sekarang merupakan usaha generasi ke tiga dikeluarganya. Zuhdi sudah memiliki banyak langganan tetap di dalam maupun luar desa. Untuk harga jual sendiri Zuhdi mematok sabit dengan harga tiga puluh lima ribu rupiah ukuran kecil dan enam puluh ribu rupiah untuk ukuran besar, begitu juga dengan pisau tergantung dari bentuk dan besar kecilnya. Masyarakat Desa Mudal dan sekitarnya yang masih menggantungkan hidup dari pertanian menguntungkan bagi usaha Zuhdi. Masih banyak petani Desa Mudal dan sekitarnya yang memilih membeli sabit dan perkakas lainnya kepada Zuhdi. Zuhdi sadar usahanya ini akan mau tidak mau diwariskan ke anak cucu kelak, tapi Zuhdi  juga tidak mau memaksakan keinginannya sendiri kepada anaknya untuk dapat meneruskan profesi menjadi pengrajin besi.

Di era modern seperti sekarang Zuhdi mencoba bertahan dengan tempat usaha yang minim dan sederhana beralasan tanah dan berbilik kayu. Jika Anda mengingingkan peralatan tani atau perkebunan dengan harga produk yang terjangkau sesuai pesanan, anda dapat berkunjung ke desa Mudal karena lokasinya sendiri berdekatan dengan gapura selamat datang desa Mudal.

Berita Terkini
PERAYAAN HUT RI KE 78 DESA MUDAL
Kamis 31 Agustus 2023